Cara Menanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah Dengan Metode GDM

Cara Menanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah Dengan Metode GDM – Agar petani buah sukses membudidayakan tanaman Buah Naga maka perlu memperhatikan secara rinci tahapan – tahapan tentang cara menanam Buah Naga sebagai berikut : perhatikan syarat tumbuh tanaman Buah Naga, cara memelihara Buah Naga, pemeliharaan tanaman Buah Naga, dan panen Buah Naga.

Cara Menanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah Dengan Metode GDM
Cara Menanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah Dengan Metode GDM

Syarat Tumbuh Tanaman Buah Naga

Secara umum Buah Naga disarankan untuk ditanam pada dataran rendah yang rata – rata memiliki ketinggian antara 20 s/d 50 mdpl.

Kondisi tekstur tanah adalah gembur, ‘porous’, menyimpan kandungan bahan – bahan organik dalam jumlah seimbang, mengandung unsur hara yang lengkap dan memiliki pH tanah sebesar 5 s/d 7. Kondisi ketersediaan air harus diperhatikan agar jumlahnya mencukupi karena tanaman ini kurang mampu hidup di dalam lahan yang kering namun apabila terlalu berlebihan air maka akar tanaman akan mudah membusuk.

Buah Naga juga memerlukan sinar matahari dalam jumlah banyak untuk mencukupi dan mempercepat serta memaksimalkan proses pembungaan pada tahap awal.

Cara Menanam Buah Naga

Berikut di bawah ini kami akan berikan beberapa cara yang telah terbukti ampuh dapat membantu memperoleh panen yang berlimpah. Caranya adalah sebagai berikut :

1. Bajak tanah / lahan tanaman Buah Naga

Langkah pertama adalah bajak tanah / lahan kira – kira sedalam 20 Cm untuk menaburkan pupuk kandang sebesar 10 s/d 20 ton per ha.

Untuk selanjutnya semprot dengan ‘GDM Black BOS’ terhadap kondisi tanah yang lembab dan basah. Adapun fungsi penyemprotan ini adalah untuk ‘meremediasi’ tanah dalam kondisi keras agar menjadi tanah gembur, membantu mempercepat proses dalam tanah untuk pengomposan, melenyapkan jamur, dan sekumpulan ‘bakteri – bakteri pathogen’ di dalam tanah.

Ini akan cukup berhasil dilakukan karena bakteri – bakteri yang terkandung di dalam GDM Black BOS mampu menghasilkan zat antibiotic dan enzim yang berguna untuk melawan bakteri dan jamur yang bersifat merugikan kesuburan tanah.

2. Siapkan tiang – tiang penyangga

Beton sebagai tiang – tiang penyangga dibuat dalam ukuran 10 cm x 10 cm dengan rata – rata panjang sekitar 150 cm untuk selanjutnya ditancapkan pada kedalaman tanah / lahan sekitar 50 cm.

Media bersangkutan sudah dipersiapkan sebelumnya. Di bagian ujung tiang – tiang penyanggah diberikan besi – besi berbentuk lingkaran atau bisa dari ban – ban bekas untuk fungsi menopang cabang agar setelah tumbuh lebat menjadi kuat dan tidak mudah patah.

Masing – masing tiang penyangga ditanam 4 bibit Buah Naga dengan diberi jarak sekitar 30 cm diukur dari tiang penyangga. Memasuki musim awal tanam maka berikan pupuk kandang sebanyak 5 s/d 10 kg pada masing – masing lubang tanam.

3. Buatlah Parit – Parit Di Sekitar Lahan Budidaya Tanaman Buah Naga

Langkah ketiga adalah dengan mempersiapkan dan membuat parit – parit di sekitar lahan budidaya Buah Naga yang memiliki fungsi sebagai saluran ‘drainase’ di areal kebun agar saat memasuki musim hujan maka air yang berlebihan tidak secara langsung menggenangi lahan terlalu lama sehingga dapat mencegah tanaman Buah Naga mudah menjadi busuk.

4. Persiapkan Bibit Buah Naga

Suksesnya petani dalam mengembangkan kebun tanaman Buah Naga ditentukan oleh bibit – bibit dan perendaman dengan mengaplikasikan pupuk Buah Naga organik.

Gunakanlah bibit Buah Naga yang berasal dari indukan unggul, tahan terhadap penyakit dan berpotensi besar menghasilkan buah dalam jumlah besar.

Selanjutnya rendam bibit – bibit Buah Naga dengan pupuk khusus untuk Buah Naga dari jenis organik cair yaitu GDM khusus buah sebanyak 1 gelas air mineral yang sudah dilarutkan dengan 10 liter air dan mulailah merendam selama 1 s/d 2 jam.

Adapun fungsi perendaman bibit dengan pupuk Buah Naga cair GDM spesialis buah ini adalah untuk membantu menghilangkan penyakit – penyakit menular ke bibit yang unggul dan subur dengan cara memberikan ‘hormone’ pada bibit – bibit tersebut agar dapat mempercepat pertumbuhan tanamn Buah Naga.

5. Perhatikan Jarak Tanam Buah Naga

Cara menanam bibit Buah Naga yang benar adalah dengan memperhatikan jarak tanam yaitu 2,5 x 3 m dengan tingkat kedalaman lahan sekitar 1 hektar membutuhkan tiang penyangga sebanyak rata – rata 2,000 dengan dilengkapi oleh bibit tanaman Buah Naga sebanyak 8.000.

6. Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Langkah keenam merupakan faktor penentu hasil panen apakah berhasil atau tidak dimana pemeliharaan merupakan faktor terpenting dalam budidaya Buah Naga dalam skala besar.

Maka dari itu anda wajib melakukan pemeliharaan terhadap tanaman Buah Naga dengan cara yang benar terutama dalam hal memperhatikan sistem pengairan terhadap tanaman – tanaman Buah Naga disertai dengan pemberian pupuk Buah Naga dengan aturan yang tepat.

7. Pemangkasan Tanaman Buah Naga

Pemangkasan dilakukan terhadap batang – batang utama dari tanaman Buah Naga dimana diketahui bahwa cara pemeliharaan tanaman Buah Naga dengan pemangkasan ini bertujuan untuk dapat menghentikan pertumbuhan cabang / sulur atau mengurangi adanya pertumbuhan tunas – tunas baru yang kurang penting.

Lakukan hal ini dengan rutin dan teratur seminggu sekali agar tanaman Buah Naga yang sedang anda kembangkan bisa dengan mudah dan cepat berbunga lalu berbuah.

Pemangkasan dilakukan pada batang utama / ‘primer’ jika ketinggian tanaman melebihi tiang – tiang penyanggah (sekitar 2 m) dan sisakan 2 cabang ‘sekunder’ untuk selanjutnya pangkas lagi masing – masing cabang sekunder agar dapat menumbuhkan 2 cabang ‘tersier’ yang fungsinya adalah sebagai cabang – cabang produksi.

Baca Juga :

8. Panen Buah Naga

Panen yang tepat dilakukan pada waktu pagi hari sekitar pukul 6 s/d jam 9 atau sore hari pada waktu jam menunjukkan pukul 15.00 s/d 17.00.

Perhatikanlah kondisi cuaca saat memanen haruslah cerah sehingga kondisi Buah Naga akan menjadi lebih awet dan tidak mudah busuk terutama pada bagian kulit luar buah.

Adapun ciri Buah Naga yang siap panen adalah sebagai berikut : Buah Naga dapat dipetik setelah maksimal 55 hari setelah muncul bunga pertama.

Ketika akan menginjak usia dewasa, kulit buah tampil mengkilat dengan adanya perubahan warna dari kehijauan menjadi merah marun, atau kehijauan menjadi kuning pucat dan ping.

Terhadap mahkota buah rata – rata memiliki ukuran kecil dimana kedua ujung pangkal buah perlahan – lahan menjadi kering lalu keriput. Buah Naga berukuran subur adalah besar dan bulat sempurna dengan rata – rata berat antara 100 s/d 600 gram.

Nah itulah tentang cara budidaya Buah Naga dengan metode GDM dalam skala besar bisa anda tekuni dan kembangkan jika berminat. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Terimakasih.

Sumber : Agrotek.id

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *