Cara pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nanas

Cara pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nanas – Tanaman nanas merupakan salah satu tanaman yang bisa bertumbuh dimana saja, karena toleransinya cukup tinggi untuk iklim dan curah hujan.

Oleh karena itu, umumnya nanas mudah ditemukan dimana saja dan kapan saja. Beberapa daerah penghasil nanas yaitu Subang, Bogor, dan Kediri. Namun bukan berarti tanaman nanas kebal terhadap hama dan penyakit, berikut beberapa hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman nanas tersebut:

Penggerek Buah (Thecla Basilides Geyer). Hama ini berupa kupu – kupu berwarna coklat, dimana jika larvanya berada di permukaan buah nanas akan menggerogoti buah tersebut hingga bentuknya tidak sempurna, sehingga bisa membuat buah nanas tersebut busuk.

Hama ini dapat dikendalikan dengan melakukan sanitasi lahan dan membuang tanaman yang sudah diserang hama tersebut, atau menyemprotkan insektisida Basudin 60 EC atau Thiodan 35 EC.

Kumbang (Carpophilus Hemipterus L.). Hama Nanas ini berupa kumbang berwarna coklat atau hitam, yang memiliki larva berwarna putih kekuningan dengan rambut tipis. Gejala yang terlihat adalah tanaman tersebut terluka dan bergetah, kemudian membusuk. Hama ini dapat dikendalikan dengan melakukan sanitasi lahan atau melakukan penyemprotan pestisida.

Penyakit busuk hati dan busuk akar. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phytophthora parasitica Waterh. Penyebarannya melalui tanaman inang, air mengalir, alat pertanian tidak steril, serta curah hujan yang tinggi.

Gejalanya adalah warna daun yang berubah jadi hijau belang-belang kuning, pangkal daun yang membusuk dan berwarna coklat, hingga pembusukan pada sistem perakaran. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan memperbaiki drainase tanah serta mengurangi kelembaban tanah, juga melakukan pemotongan terhadap tanaman yang sudah terkontaminasi.

Penyakit busuk pangkal. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Thielaviopsis paradoxa (de Seyn) Hohn. Penyebarannya bisa melalui kondisi inang yang tidak sehat, adanya luka pada bagian tnaman, serta kondisi angin, curah hujan, dan tanah yang tidak menguntungkan tanaman nanas.

Gejalanya adalah terlihat pada pangkal batang, daun dan buahnya membusuk lunak berwarna coklat dan berbau tidak sedap. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan menghindari luka – luka mekanis (akibat alat) atau merendam bibit pada larutan fungisida Benlate.

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *