Ciri Dan Contoh Syair

Ciri Dan Contoh Syair – Apakah yang dimaksud dengan Syair ?

Syair adalah salah satu bentuk puisi lama yang masih memakai bahasa – bahasa kiasan nan indah dengan pilihan ‘diksi’ dan ‘majas metafora’.

Syair dalam hal ini hampir menyerupai pantun atau puisi namun secara garis besar memiliki banyak perbedaan. Lalu apakah sebenarnya dari pengertian dan arti Syair ?

Syair termasuk ke dalam jenis puisi lama. Ada beberapa ciri Syair diantaranya adalah yang terdiri atas 4 baris, bersajak a-a-a-a, dan masing – masing adalah isi Syair yang menggunakan bahasa kiasan.

Syair pada umumnya dibacakan dengan diiringi oleh ‘musikalisasi’ atau dilagukan sehingga terdengar menjadi lebih indah.

Proses penghayatan di dalam pembacaan Syair sangat penting untuk diperhatikan guna menyampaikan isi dari Syair itu sendiri secara keseluruhan.

Dimana pada umumnya Syair memiliki bentuk yang berbeda – beda dengan pengertian puisi meskipun keduanya sama – sama mengaplikasikan bahasa kiasan namun lebih sering menggunakan majas metafora. Syair berbeda dengan pantun atau gurindam.

Pengertian Dan Ciri Dari Syair

Menurut KBBI mendefinisikan Syair secara umum beserta hal – hal lainnya yang membedakan Syair dengan karya sastra lain berupa pantun, puisi, dan gurindam.

Pengertian Syair menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah sekumpulan puisi lama yang masing – masing baitnya terdiri atas empat larik / baris yang pada akhirnya nanti akan mengeluarkan bunyi yang mirip. Syair dapat juga diartikan sebagai sebuah sajak atau puisi.

Nah berdasarkan atas definisi Syair tersebut di atas, secara umum dapat disimpulkan tentang ciri – ciri Syair adalah sebagai berikut :

1. Merupakan salah satu jenis puisi lama dimana suku kata Syair berasal dari Bahasa Arab yaitu ‘syu’ur’ berarti perasaan. Suku kata ‘syu’ur’ selanjutnya berkembang menjadi suku kata ‘syi’ru’ yang mengandung makna puisi dalam arti umum.

2. Syair menurut Kesusastraan Melayu lebih banyak merujuk kepada pengertian dari puisi secara umum, dimana dalam perkembangan selanjutnya banyak mengalami perubahan arti sehingga akhirnya didefinisikan berdasarkan atas keadaan dan situasi yang sedang terjadi.

3. Adanya perbedaan antara Syair dengan Pantun.

  • Syair bersajak a-a-a-a, sedangkan pantun bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.
  • Masing – masing bagian Syair merupakan isi, sedangkan pantun hanya terdiri dari sampiran atau isi saja.
  • Isi Syair cenderung tentang memberikan cerita / nasehat, sedangkan isi pantun dapat berupa hal – hal yang bersifat jenaka.
  • Pemakaian bahasa di dalam bait – bait Syair haruslah sama sedangkan pantun dan yang lainnya dapat menggunakan gaya bahasa yang bercampur – campur asalkan terdengar indah.
  • Syair cenderung mengaplikasikan Bahasa Melayu lama sedangkan puisi sudah mulai dan wajib memakai Bahasa Indonesia sesuai standar dan aturan.
  • Syair bisa berupa puisi lama, sedangkan puisi dan yang lainnya cenderung bersifat lebih modern disesuaikan dengan zaman.
  • Syair berbeda dengan gurindam.

Contoh Syair 2 Bait

Wahai anak – anak muda, dengarlah kita
Sepanjang masa hendaklah kalian rajin belajar apa saja yang bermakna
Karena ilmu adalah tiada akan habis untuk dieja
Sebagai salah satu bekal di sepanjang usia

Engkau akan selalu terjaga dengan ilmu yang tersedia
Dengan suramnya waktu serta masa
Berharap akan secermelang dan senantiasa
Menyinari diri kita di masa dewasa

Nah demikianlah contoh 2 bait Syair sederhana yang bisa kami referensikan sehubungan dengan pembahasan mengenai Syair itu sendiri beserta ciri – ciri Syair serta perbedaan yang menyertai dengan pantun, puisi, atau gurindam. Semoga dapat menambah wawasan dan referensi mengenai arti dan definisi Syair secara umum kami bahas ciri dan contoh Syair.

Semoga bermanfaat !

Baca Juga : Pengertian Teks Eksposisi

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *