Jenis-Jenis dan Manfaat Fermentasi

Jenis-Jenis dan Manfaat FermentasiFermentasi adalah proses metabolisme yang menghasilkan perubahan kimia dalam subtrak organik melalui aksi enzim.

Dalam biokimia, fermentasi didefinisikan sebagai ekstrasi energi dari karbohidrat tanpa keberadaan oksigen. Dalam konteks produksi makanan, ia merujuk pada segala proses dari aktivitas mikroorganisme yang membawa perubahan yang diinginkan dalam makanan dan minuman. Ilmu yang mempelajari fermentasi dikenal dengan zimologi.

Fermentasi dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan pada produk yang dihasilkan, penggunaan oksigen, dan proses yang dihasilkan oleh mikroba. Berdasarkan hasil produksinya, fermentasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Homofermentatif, yaitu fermentasi yang produk akhirnya adalah asam laktat. Contoh homofermentatif adalah proses fermentasi yang terjadi dalam pembuatan yoghurt.
  2. Heterofermentatif, yaitu fermentasi yang produk akhirnya adalah asam laktat dan etanol yang sama banyak. Contoh heterofermentatif adalah proses fermentasi yang terjadi dalam pembuatan tape.

Berdasarkan keberadaan oksigen dalam prosesnya, fermentasi dibagi menjadi fermentasi aerobik dan anaerobik. Fermentasi aerobik adalah fermentasi yang memerlukan oksigen, sedangkan fermentasi anaerobik tidak memerlukan oksigen.

Fermentasi aeorobik digunakan dalam latihan aerobik untuk menunjukkan tubuh menggunakan oksigen untuk membakar gula untuk energi.

Proses pembakaran gula sederhana untuk menghasilkan energi dalam sel disebut respirasi aerobik. Sel manusia dan tumbuhan dapat membuat beberapa energi tanpa oksigen hadir, proses tersebut disebut fermentasi aerobik. Sementara fermentasi anaerobik dapat ditemukan dalam pembuatan makanan seperti yoghurt dan tape di atas.

Berdasarkan produk yang dihasilkan oleh mikroba, fermentasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Fermentasi yang memproduksi sel mikroba biomassa. Biomassa adalah bahan biologi yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber energi. Produksi komersial dari biomassa dibagi menjadi produksi ragi yang dimanfaatkan dalam industri roti, dan produksi sel mikroba untuk digunakan sebagai sumber pangan manusia dan hewan.
  2. Fermentasi yang menghasilkan enzim dari mikroba. Enzim sebenarnya dapat diproduksi oleh tanaman, hewan, dan mikroba. Namun enzim yang diproduksi oleh mikroba memiliki beberapa keunggulan yaitu, mampu dihasilkan dalam jumlah besar dan mudah untuk meningkatkan produktivitas bila dibandingkan dengan tanaman atau hewan sehingga lebih menguntungkan.
  3. Fermentasi yang menghasilkan metabolit mikroba. Metabolit mikroba (hasil dari metabolisme mikroba) dapat dibedakan menjadi metabolit primer dan metabolit sekunder. Metabolit primer yang dianggap penting contohnya etanol, asam sitrat, polisakarida, aseton, butanol, dan vitamin. Sedangkan metabolit sekunder yang dihasilkan mikroba antara lain, antibiotik, inhibitor enzim, dan lain-lain.

Salah satu manfaat fermentasi adalah pengubahan karbohidrat menjadi asam organik yang bersifat mengawetkan makanan, contoh fermentasi jus anggur menjadi minuman anggur, gandum menjadi bir, dan sebagainya yang menjadikan makanan lebih tahan lama.

Baca Juga :

Setidaknya ada lima manfaat fermentasi:

  1. Memperkaya variasi makanan dengan mengubah aroma, rasa, dan tekstur makanan.
  2. Mengawetkan makanan dengan menghasilkan sejumlah asam laktat, alkohol, dan asam asetatdalam jumlah yang signifikan.
  3. Memperkaya nutrisi makanan dengan menambahkan sejumlah protein, asam amino, serta vitamin.
  4. Mengeliminasi senyawa antinutrien.
  5. Mengurangi waktu dan sumber daya yang diperlukan dalam memproses makanan.

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *