Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bawang Merah

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bawang Merah – Asal mula bawang merah diperkirakan berasal dari Iran, Pakistan, dan Syira yang selanjutnya menyebar ke India pada tahun 600 sebelum masehi. Selanjutnya dibudidayakan dalam skala besar ke Amerika dan Asia Timur serta Asia Tenggara yang merupakan komoditas holtikultura komersil di banyak negara.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bawang Merah
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bawang Merah

Di Indonesia sendiri, produksi bawang merah tumbuh dengan subur dan banyak diproduksi di daerah Jawa Barat, Jawa tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kelengkeng

Klasifikasi Tanaman Bawang Merah

Bawang merah dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh secara alami yang di dalamnya banyak mengandung hormone auksin dan hormon geberelin.

Hormon auksin ini memiliki fungsi untuk mempercepat terjadinya proses pertumbuhan akar, batang serta membantu terjadinya proses pembelahan sel dan pemasakan buah. Sedangkan untuk fungsi hormon geberelin adalah sebagai pengatur perkecambahan, memicu terjadinya pembungaan, perpanjangan batang, perkembangan biji dan kepala sari.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai bawang merah maka berikut ini kami berikan klasifikasi bawang merah itu sendiri sebagai berikut :

  • Kingdom / kerajaan : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledonae
  • Ordo : Liliales
  • Famili : Liliaceae
  • Genus : Allium
  • Spesies : Allium Ascalonicum L

Ciri – Ciri Morfologi Pada Tanaman Bawang Merah

Berikut di bawah ini kami berikan beberapa ciri – ciri morfologi bawang merah diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Morfologi akar tanaman bawang merah

Seperti diketahui bahwa akar adalah salah satu bagian dari sebuah tanaman yang memiliki fungsi untuk menyokong atau memperkokoh berdirinya suatu tanaman. Juga memiliki fungsi untuk menyerap zat – zat hara yang terkandung di dalam tanah yang mana bawang merah mempunyai akar pokok sebagai tempat tumbuhnya akar – akar adventif dan bulu – bulu akar yang berfungsi untuk menyokong berdirinya bawang merah agar tetap kokoh. Akar pada tanaman bawang merah mampu menembus kedalaman tanah hingga mencapai kisaran 15 s/d 30 cm yang tumbuh di sekitar umbi bawang merah.

2. Morfologi batang tanaman bawang merah

Bawang merah berbatang sejati atau yang biasa dikenal dengan nama diksus yang mana batang ini memiliki bentuk menyerupai cakaram yaitu tipis dan pendek. Bagian atas batang merupakan umbi semu atau bulbus yang berasal dari modifikasi pangkal daun. Untuk batang semu tersimpan di dalam tanah yang mana bentuk dan fungsinya akan berubah menjadi umbi lapis. Pada tanaman tumbuh tunas atau anakan bawang merah maka untuk selanjutnya akan berbentuk umbi secara berhimpitan maka inilah yang biasa disebut dengan siung bawang merah.

3. Morfologi daun tanaman bawang merah

Bawang merah memiliki daun yang memegang peranan penting terhadap keberlangsungan hidup keseluruhan dari tanaman yang bersangkutan yang mana hal ini dikarenakan daun bawang merah berfungsi sebagai alat dalam proses fotosintesis sehingga kesehatan dari daun bawang merah memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan keseluruhan tanaman bawang merah itu sendiri. Daun bawang merah memiliki warna hijau muda hingga hijau tua yang melekat erat pada tangkainya yang pendek, bentuknya berupa silinder dan memanjang seperti pipa berukuran antara 45 s/d 70 cm serta bagian ujungnya meruncing.

4. Morfologi bunga tanaman bawang merah

Bawang merah mempunyai bunga majemuk berbentuk tandan dengan tangkai bunga keluar dari bagian ujung tanaman dengan panjang sekitar 30 s/d 90 cm dengan memiliki panjang kisaran 50 s/d 200 kuntum bunga yang susunannya melingkar seperti payung. Bunga bawang merah memiliki sekitar 5 s/d 6 helai daun bunga yang berwarna putih bersih dengan dilengkapi oleh 6 benang sari yang memiliki warna hijau kekuning – kuningan memiliki 1 putik dan bakal buah yang terbentuk hampir menyerupai segi tiga.

Bunga bawang merah memiliki benang sari dan putik yang artinya bunga bawang merah ini merupakan kategori bunga sempurna atau hemaprodit karena memiliki alat kelamin jantan dan betina sehingga bisa melakukan penyerbukan secara sendiri atau penyerbukan silang.

5. Morfologi buah dan biji tanaman bawang merah

Biji – biji bawang merah mempunyai 3 ruang yang masing – masing merupakan bakal biji yang mana pada bagian bunga berhasil melakukan persarian maka akan tumbuh buah sedangkan bunga – bunga yang lainnya akan mati dan mengering. Buah bawang merah ini memiliki bentuk bulat dan pangkal ujungnya tumpul dimana selanjutnya membungkus 2 s/d 3 butir biji. Biji – biji bawang merah ini memiliki warna merah dan akan berubah menjadi warna hijau setelah tua.

Demikian kami mengulas secara singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman bawang merah, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga : Cara Budidaya Bengkoang

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *