Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Plantae

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Plantae – Pengertian Kingdom Plantae tergolong ke dalam mahkluk hidup eukariot yang memiliki banyak sel, dinding selnya terdiri dari selulosa, memiliki klorofil sehingga dapat melakukan proses fotosintesis dengan bantuan matahari, bereproduksi secara aseksual maupun seksual, dan dapat hidup di daratan atau lautan.

Plantae merupakan produsen di dalam ekosistem baik secara langsung maupun tidak langsung.

Hasil daripada proses fotosintesis tersebut merupakan oksigen yang digunakan oleh mahkluk hidup, termasuk manusia.

Untuk mempermudah pembelajaran pada mahkluk hidup, termasuk Plantae terdapat metode klasifikasi ilmiah yang dicetuskan oleh Carolus Linnaeus dengan mengelompokkan golongan tanaman dari tingkat tertinggi ke terendah.

Klasifikasi tanaman pada umumnya dilakukan dengan membandingkan kesamaan atau perbedaan ciri-ciri tanaman yang dapat dilihat dari karakterisitk morfologinya. Klasifikasi dilakukan agar mempermudah kita dalam mengenali maupun membedakan tanaman.

Produsen dalam sistem ekosistem ini pada umumnya dibedakan menjadi enam golongan berdasarkan karakteristik morfologinya.

Pertama, Thallophyta yang merupakan tumbuhan dengan tingkatan paling sederhana. Tumbuhan ini belum memiliki organ tubuh, seperti akar, daun, maupun batang.

Tumbuhan bertalus ini melestarikan kehidupannya dengan menggunakan organ-organ sederhana namun memiliki fungsi yang sama pada tanaman pada umumnya. Kedua, Fungi merupakan jenis golongan yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat membuat makanannya sendiri. Tanaman Fungi melestarikan hidupnya dengan mencerna sisa-sisa organisme secara enzimatis.

Ketiga, Lichenes atau lumut kerak yang merupakan simbiosis alga hijau dengan jamur dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina. Tanaman lumut kerak melestarikan hidupnya dengan hidup di tempat yang lembab dan menempel pada batang tanaman.

Keempat, Bryophyta atau tanaman lumut merupakan tanaman tanpa jaringan pembuluh xilem ataupun floem. Tanaman lumut melakukan reproduksi dengan cara metagenesis vegetatif-generatif. Kelima, Pteridophyta atau tanaman paku-pakuan yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman lumut karena memiliki jaringan pembuluh xilem dan floem. Tanaman paku-pakuan melakukan reproduksi dengan proses metagenesis.

Keturunan gametofit yang berupa protalium berlangsung lebih singkat jika dibandingkan dengan keturunan sporofit yang merupakan tumbuhan sempurna.

Keenam, Spermatophyta atau tumbuhan berbiji yang dibedakan menjadi dua, Angiospermae dan Gymnospermae. Golongan tumbuhan berbiji merupakan tanaman yang berada ditiingkat tertinggi karena memiliki organ tubuh yang lengkap.

Tumbuhan ini bereproduksi dengan cara sporofit berupa tanaman utama dan gametofit berupa tanaman yang akan mereduksi. Spermatophyta terbagi lagi menjadi dua golongan, yaitu monokotil dan dikotil.

Dua golongan anggota tanaman berbiji ini mengandalkan biji sebagai alat untuk bereproduksi dengan melakukan pembuahan pada spermatozoid dalam kepala sari dan ovum dalam kandung lembaga.

Tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup merupakan tumbuhan yang bijinya dilapisi oleh bakal buah. Sementara itu, tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae merupakan tumbuhan yang bijinya tidak dilapisi oleh bakal buah.

Tumbuhan yang tergolong Angiospermae adalah tanaman jambu, mangga, rambutan, dll. Untuk golongan Gymnospermae dapat ditemukan pada tanaman kacang pohon, melinjo, pinus, dll.

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *