Klasifikasi dan morfologi tanaman Sambiloto

Hei hei akhirnya kita jumpa lagi di web tercinta kamu. Bersyukur sekali, sebagai penulis saya masih sempat dikasih kesempatan waktu untuk berbagi wawasan ke kamu. Yaah walaupun hanya sebatas wawasan singkat tapi lumayan laah barangkali aja data membawa manfaat untuuk kamu kamu gitukan.. hehehe

Oke, kali ini kita akan membahas topik Klasifikasi dan morfologi tanaman Sambiloto. Tumbuhan Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) ex Nees mudah dijumpai hampir di seluruh kepulauan nusantara.

Baca Juga :

Lantas seperti apa sih klasifikasi dan morfologi tanaman Sambiloto? Mari yuk kita simak..

Klasifikasi Tanaman Sambiloto:

Secara taksonomi tanaman sambiloto diklasifikasikan seperti berikut ini.

  • Divisi: Spermathophyta
  • Subdivisi: Angiospermae
  • Class: Dycotyledonae
  • Subclass: Gamopetalae
  • Ordo: Personales
  • Famili: Acanthaceae
  • Subfamili: Acanthoidae
  • Genus:

Morfologi Tanaman Sambiloto

Tanaman sambiloto juga dikenal memiliki beberapa nama daerah, semisal ki oray atau ki peurat (Jawa Barat), sambiloto (Jawa Tengah dan Jawa Timur), bidara, takilo, atau pepaitan atau ampadu
(Sumatera).

Sambiloto tergolong kedalam jenis tanaman terna (perdu) yang bisa tumbuh di banyak habitat, seperti pinggiran sawah, hutan, atau kebun. Sambiloto memiliki batang kayu berbentuk bulat dan segi empat juga mempunyai banyak cabang (monopodial).

Daun tunggal tanaman sambiloto saling berhadapan, memiliki bentuk pedang (lanset) dengan tepi rata (integer) dan permukaannya juga halus, serta berwarna hijau. Bunganya memiliki warna putih keunguan, bunga tersebut berbentuk jorong (bulan panjang) dengan bagian ujung dan pangkal lancip.

Sekilas Info Tambahan Tentang Tanaman Sambiloto

Di negri India bunga dan buah sambiloto dapat dijumpai pada sekitar bulan Oktober ataupun periode antara Maret sampai Juli. Sementara itu, di wilayah benua Australia bunga dan buah sambiloto terproduksi antara bulan Nopember sampai dengan Juni, sedangkan di Indonesia bunga dan buah sambiloto bisa dengan mudah ditemukan sepanjang tahun.

Komponen utama pada tanaman sambiloto tak lain adalah andrographolide yang berfungsi sebagai bahan obat. Disamping itu, daun sambiloto mengandung zat falvonoid, zat alkaloid, saponin, dan juga tanin. Kandungan kimia lain yang terkandung pada daun dan batang adalah panikulin, kalmegin, laktone, dan hablur kuning yang memiliki rasa pahit.

Di dalam dunia herbal dan pengobatan tradisional tanaman sambiloto umumnya telah dipergunakan untuk mempercepat proses pengobatan akibat gigitan ular atau serangga, disentri, demam, rematik, infeksi pencernaan, tuberculosis, dan lain-lain. Tanaman sambiloto juga bisa dimanfaatkan sebagai antimikroba/antibakteri, anti sesak napas, antihyper-glikemik, dan untuk memperbaiki fungsi hati.

Mengingat akan semua kandungan dan fungsi tanaman sambiloto, saat ini sambiloto banyak diteliti untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat modern, diantaranya pemanfaatan sambiloto sebagai obat HIV dan kanker.

Khusus untuk jenis penyakit HIV, sebenarnya tanaman sambiloto belum teruji 100% dapat menyembuhkan ataupun mematikan virus HIV. Namun, laju pertumbuhan virus dapat ditekan. Sehingga penderita yang mengidap penyakit HIV memiliki peluang untuk dapat hidup fit lebih lama.

Oke, jadi gimana? Bertambahkah pengetahuan kamu? Kami ikut senang jika bertambah J

Kedepanya kami harap kamu tidak kesulitan lagi untuk mengidentifikasi tanaman obat ini saat khasiatnya kamu butuhkan. Hal ini dirasa cukup penting, mengingat jenis obat-obatan herbal memiliki efek yang cenderung lebih aman untuk mengobati penyakit karena sangat minimnya efek samping yang ditimbulkan setelah penggunaanya.

Baiklah, mungkin cukup sekian dulu ya penjelasan mini kami pada artikel ini tentang Klasifikasi dan morfologi tanaman sambiloto..

Thank you and, See you next post!

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *