Panduan dan Cara Singkat Budidaya Tanaman Singkong

Panduan dan Cara Singkat Budidaya Tanaman Singkong
Panduan dan Cara Singkat Budidaya Tanaman Singkong

Cara Budidaya Tanaman Singkong – Singkong, Ketela Pohon atau Ubi Kayu adalah salah satu tanaman pangan yang kaya akan kandungan zat karbohidrat seperti halnya pada Padi dan Jagung.

Singkong di dalam Bahasa Latin disebut dengan nama ‘Manihot Utilissima’ merupakan salah satu sumber bahan makanan pokok sebagai pengganti nasi.

Di Indonesia, budidaya tanaman Singkong sudah tersebar tidak hanya di daerah pedesaan saja melainkan merata di seluruh wilayah tanah air, bisa dikembangkan mulai dari dataran rendah, menengah hingga dataran tinggi.

Singkong berguna sebagai salah satu sumber makanan pokok yang bermanfaat sebagai bahan baku membuat makanan ringan seperti singkong goreng / direbus, lemer, getuk, cenil, keripik singkong, aneka kue basah dan kering, serta menjadi bahan utama pembuatan Tepung Tapioka yang asli tanaman ini berasal dari Amerika Selatan untuk selanjutnya menyebar hingga ke Brazil, Paraguay, negara – negara di Asia dan akhirnya ke seluruh belahan dunia.

Tidak hanya bermanfaat dari umbinya saja, daun Singkong muda juga bagus dijadikan sebagai sayuran teman makan nasi dan daun yang sudah berusia tua dapat diberikan sebagai makanan ternak.

Di Indonesia dikenal ada beberapa jenis varietas Singkong unggul antara laian Singkong Gajah, Singkong Kalimantan atau Singkong Borneo.

Baca Juga : Cara Pembuatan Biogas

Seperti dijelaskan di atas, tanaman ini mempunyai banyak nama antara lain Ketela Pohon, Umbi Kayu, Singkong dan lain sebagainya yang termasuk ke dalam suku ‘Euphorbiaceae’.

Berdasarkan atas uraian singkat dari kami tersebut di atas, di bawah ini kami akan berikan cara budidaya tanaman Singkong yang dilakukan secara organik dan terbilang cukup mudah untuk dilakukan yaitu hanya dengan memanfaatkan menanam batang atau bonggol Singkong usia subur ke dalam lahan tanah yang sudah tersedia.

Cara Budidaya Tanaman Singkong Secara Organik

Perlu diketahui bahwa tanaman Singkong mampu tumbuh dengan subur hingga mencapai ketinggian kisaran antara 10 s/d 700 mdpl. Secara garis besar tanaman Singkong pas untuk dibudidayakan pada lahan tanah yang berstruktur gembur, remah, tidak simak dan tak berporos. Tanah sebagai lahan untuk budidaya tanaman Singkong haruslah mengandung unsur hara, dimana jenis tanah yang cocok adalah

Tanah Latosol, Tanah Alluvial, Tanah Grumosol, Tanah Podsolik Merah Kuning, Tanah Mediteran, dan Tanah Andosol dengan pH antara 4,5 s/d 8 dan pH ideal sekitar 5,8.

Rata – rata curah hujan yang dibutuhkan dalam budidaya tanaman Singkong adalah kisaran antara 1.500 s/d 2.500 mm/tahun dengan tingkat kelembaban awal berkisar antara 60 s/d 65 persen. Di samping itu budidaya tanaman Singkong membutuhkan mendapatkan penyinaran cahaya matahari sekitar 10 jam per hari.

1. Persiapan Lahan

Untuk dapat membudidayakan tanaman Singkong sangat mudah untuk dilakukan, dimana tanaman Singkong bagus dikembangkan pada lahan yang mempunyai curah hujan cukup tinggi dengan tanah banyak mengandung air tetapi tidak berlebihan, disarankan lahan yang tersedia dibuatkan bedengan. Sedangkan untuk lahan yang mempunyai curah hujan sedikit atau jarang maka pada lahan yang bersangkutan tidak perlu dibuatkan bedengan.

2. Pemilihan Bibit

Tanaman Singkong dapat dibudidayakan dengan cara mengaplikasikan memakai stek. Batang – batang yang menjadi pilihan alias bibit unggul wajib memiliki diameter antara 2 hingga 3 Cm. Stek yang akan digunakan adalah diambil dari batang pada tanaman sisi sedang dengan memotong memakai pisau atau sabit baru.

3. Penanaman

Disarankan untuk membudidayakan tanaman Singkong di awal musim kemarau, dimana hal ini bertujuan agar panen bisa dilakukan ketika memasuki musim hujan. Batang – batang yang sudah dipotong selanjutnya ditanam di dalam lahan / tanah yang sudah dipersiapkan. Batang ditanam pada kedalaman rata – rata 8 hingga 12 Cm.

4. Pemeliharaan

Tanaman Singkong termasuk ke dalam tanaman yang sangat mudah dalam hal pemeliharaan. Lakukan penyulaman ketika tanaman Singkong rata – rata sudah berumur 2 s/d 3 bulan sesudah ditanam. Supaya tanaman dapat tumbuh dengan sempurna maka secara maksimal bisa dilakukan pengurangan mata tunas di awal tunas tersebut muncul yaitu ketika tanaman sudah berumur 1 s/d 1,5 bulan.

5. Panen

Singkong yang sudah memasuki usia panen adalah ketika kandungan pati di dalamnya mencapai jumlah maksimal atau saat tanaman Singkong sudah berumur rata – rata 6 s/d 9 bulan. Singkong yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri bisa mulai dipanen ketika tanaman Singkong berumur sekitar lebih dari 10 bulan dan tergantung terhadap varietas Singkong yang akan ditanam. Tanaman Singkong siap dipanen ditandai dengan kondisi daun yang mulai rontok dan berwarna hijau kekuningan. Nah pemanenan bisa dimulai dengan cara memangkas batang – batang Singkong terlebih dahulu untuk selanjutnya memudahkan dalam pencabutan tanaman Singkong.

Demikian kami menjelaskan tentang cara singkat budidaya Tanaman Singkong, semoga bermanfaat !

Baca Juga :  Klasifikasi Bryophyta

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *