Pengertian dan Jenis Gelombang

Pengertian dan Jenis Gelombang – Dalam mempelajari ilmu fisika sewaktu kita duduk dibangku sekolah dahulu, kita tentu pernah mengenal suatu istilah yang disebut dengan gelombang.

Membahas tentang gelombang tentunya bukanlah suatu hal yang mudah, karena secara fisik gelombang bukanlah suatu benda yang dapat kita lihat secara kasat mata, bukan pula suatu benda yang dapat secara sengaja kita temui dalam kehidupan sehari-hari, mungkin hanya dapat kita rasa atau kita dengar saja, sepertinya halnya gelombang bunyi.

Ketika kita mendengar istilah gelombang, mungkin hal yang langsung timbul dalam pikiran kita adalah gelombang air laut yang biasa kita temui sewaktu kita berlibur ke pantai, dimana gelombang ini memang yang bisa kita lihat wujudnya, dan memang hanya sedikit gelombang yang dapat terlihat oleh mata manusia.

Namun disadari atau tidak, kemajuan ilmu teknologi saat ini tidak terlepas dari adanya peran gelombang, contohnya dalam sistem kerja alat-alat komunikasi yang canggih saat ini, dimana alat-alat tersebut memiliki cara kerja dengan mengirimkan atau menerima pancaran gelombang sehingga dapat bekerja dengan sebagaimana mestinya.

Atau dengan adanya siaran televisi dan siaran radio pun merupakan salah satu peran dari adanya gelombang dalam kehidupan kita meski tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Secara umum, gelombang dapat diartikan sebagai sebuah getaran yang merambat, baik melalui media perantara maupun tanpa media perantara. Jenis Gelombang dibagi menurut beberapa kategori tertentu, diantaranya:

  1. Gelombang menurut medium perambatannya, dapat dibagi menjadi:
  2. Gelombang mekanik, dimana gelombang ini memerlukan medium sebagai perantaranya, contohnya adalah gelombang bunyi, dimana jika tidak ada udara sebagai media perambatannya, maka bunyi tersebut tidak akan terdengar oleh kita.
  3. Gelombang elektromagnetik, dimana gelombang ini tidak memerlukan medium sebagai perantaranya, contohnya gelombang pembawa siaran radio atau siaran televisi.
  4. Gelombang menurut arah getarannya, dibagi menjadi:
  5. Gelombang transversal, gelombang ini arah getarannya tegak lurus dengan arah rambatannya, contohnya yaitu gelombang pada tali.
  6. Gelombang longitudinal, dimana gelombang ini arah getarannya searah dengan arah rambatannya, contohnya yaitu gelombang bunyi.
  7. Gelombang menurut amplitudonya (jarak terjauh simpangan dari titik keseimbangan), dibagi menjadi:
  8. Gelombang berjalan, dimana simpangan dari gelombang tersebut tidak tetap besarannya.
  9. Gelombang stationer, dimana jarak simpangan dari titik keseimbangan gelombang ini memiliki besaran yang tetap, salah satu contohnya adalah gelombang pada senar gitar yang dipetik.

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *