Bagaimana Proses Penciptaan Siti Hawa?

Dikisahkan saat Adam masih berada di surga, dia hidup sendirian, makan-makanan yang ada dan berjalan-jalan di surga. Namun karena dia hanya sendirian, dia merasa kesepian dan Allah mengetahui perasaan kesepian yang dirasakan oleh Adam. Hingga saat Adam sedang tertidur, Allah menciptakan seorang wanita.

Bagaimana Proses Penciptaan Siti Hawa
Bagaimana Proses Penciptaan Siti Hawa

Wanita tersebut oleh Adam diberi nama Hawa yang artinya seseorang yang kurindukan. Namun penamaan Hawa ini pun memiliki beragam pendapat, ada yang menyatakan bahwa nama Hawa diberitahukan malaikat kepada Adam.

Dengan adanya Hawa, kini Adam memiliki pasangan. Mereka berdua kemudian menikmati semua yang ada di surga sebelum akhirnya harus turun ke bumi.

Bagaimana Proses Penciptaan Siti Hawa?

Dalam hal proses penciptaan Hawa, terdapat dua pendapat besar yang menyatakan mengenai asal penciptaan Hawa atau lebih dikenal dengan Siti Hawa oleh masyarakat Indonesia. Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri belakang Adam, ketika Adam sedang tidur.

Namun ada pula yang menyatakan pendapat bahwa Siti Hawa diciptakan dari zat yang sama dengan Adam. Dua pendapat besar tersebut didasarkan pada tafsir hadist dan ayat dalam Al-Qur’an.

1. Pandangan bahwa Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk

Beberapa ulama yang meninjau penciptaan Siti Hawa dari tulang rusuk meninjau pada beberapa hadis, diantaranya ath-Thabari dalam kitab tafsirnya Jami’al-Bayan Fi Tafsir al-Qur’an memberikan tafsir bahwa yang dimaksud dengan nafs wahidah adalah Adam.

Kata ganti atau dlamir minha ditafsirkan sebagai “dari bagian tubuh Adam” dan pada kata zaujaha memiliki tafsir Hawa, yang merupakan istri Adam dan diciptakan dari tulang rusuknya.

ath-Thabari mengatakan bahwa diriwayatkan dari Musa bin Harun yang berkata bahwa ia diberitahukan oleh Amr bin Hammad dari Asbath dari as-Sadi yang berkata ketika Tuhan menempatkan Adam di surga, ia hidup dan berjalan sendirian tanpa didampingi oleh pasangan.

Suatu ketika Adam tidur, ia bermimpi disamping kepalanya duduk seorang wanita yang Allah ciptakan dari tulang rusuknya.

Adam bertanya “siapa Anda?” yang kemudian dijawab “aku seorang wanita” Adam pun bertanya lagi “untuk apa Anda diciptakan?” yang dijawab oleh wanita tersebut “supaya kamu tinggal bersamaku”.

2. Pandangan bahwa Siti Hawa diciptakan dari zat yang sama dengan Adam

Salah satu pendapat yang memberikan penafsiran yang berbeda dengan pendapat sebelumnya adalah Hamka, yang menyatakan bahwa nafs wahidin diartikan sebagai satu diri.

Hamka menyatakan bahwa para Mufassir dalam memahami penciptaan Hawa berbeda. Mufassir ini mengikuti jejak Muffasir terdahulu yang menafsirkan nafs wahidah dalam surat An-Nisa [4]:1 sebagai Adam dan pasangannya atau zaujaha sebagai Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam.

Dalam penafsiran ini, menurut Hamka belum ada Mufassir yang memberikan penafsiran lain. Padahal dalam ayat yang ditafsirkan tersebut, belum ada yang yang menyebut bahwa diri itu sebagai satu kesatuan dari Adam dan istri yang disebut sebagai pasangan sama sekali tidak disebut sebagai tulang rusuk.

Hamka dalam hal ini menolak pendapat bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk, terlebih tulang rusuk suami atau pasangannya. Menurutnya, bisa jadi hadist tersebut dimaknai secara kiasan yang menyebutkan bahwa yang disebut tulang rusuk adalah perangai yang menyerupai tulang rusuk.

Dasar penciptaan tafsiran bahwa Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, berasal dari kitab kejadian yang merupakan salah satu dari lima kitab yang sebenarnya adalah Taurat.

Hamka kemudian menafsirkan surat al-A’raf [7]:189 bahwa manusia baik itu pria maupun wanita, dipahami sebagai satu jiwa yang membedakannya hanyalah jenis kelamin. Keduanya adalah satu asal kejadian, satu diri/satu jiwa kemanusiaan.

Baca Juga : Penyebab Turunnya Nabi Adam

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *