Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat

Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat – Dimulai dengan pertanyaan dari manakah air berasal dan bagaimanakah dunia ini bekerja, sejarah filsafat dimulai.

Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat
Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat

Meskipun sejarah filsafat tak berpusat dari barat, namun para pemikir atau filsuf pertama kebanyakan berasal dari Yunani.

Kemunculan filsafat pertama kali dibuka dengan filsafat alam. Saat itu, kehidupan saat bergantung dengan alam, pasang surut air laut yang juga akan memengaruhi kehidupan di sekitar.

Sehingga para filsuf pun berusaha mencari jawaban tentang apa yang terjadi di alam. Filsafat alam dimulai sekitar 500 SM ditandai dengan kemunculan Thales yang juga merupakan filsuf pertama dari Yunani.

Thales mempercayai bahwa terdapat material pokok di alam semesta. Bahwa terdapat alam semesta akan bisa direduksi dalam satu material.

Material tersebut haruslah mengalami pergerakan dan penting bagi kehidupan serta dapat berubah menjadi beberapa bentuk. Berdasarkan beberapa sifatnya, maka Thales menyimpulkan bahwa material utama di alam semesta adalah air.

Selain pertanyaan tentang air, para filsuf pada zaman filsafat alam juga mempertanyakan mengenai bagaimana bumi berputar, bagaimana kehidupan di bumi dimulai.

Setelah itu munculah periode filsafat klasik. Pada saat itu mulai bermunculan filsuf besar yang masih berpengaruh sampai saat ini, salah satunya adalah Sokrates yang hidup sekitar tahun 380-360 SM.

Sokrates merupakan pemikir filsafat yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan manusia lain. Saat itu Sokrates mempertanyakan konsep tentang keadilan, kebijaksanaan, kebenaran, dan keindahan.

Setelah Sokrates meninggal, Plato yang juga muridnya melanjutkan pemikiran Sokrates mengenai konsep dari sebuah ide. Pemikiran Plato kemudian dikenal sebagai filsafat idealisme yang menyatakan bahwa ide di dunia ini memiliki karakteristik yang akan berubah karena semuanya bersifat sementara.

Setelah filsafat klasik, masuklah pada filsafat abad pertengahan yaitu pada abad 5 SM. Filsafat abad pertengahan mengedepankan hubungan manusia dengan keberadaan Tuhannya, serta mempertanyakan hakekat keberadaan Tuhan.

Pada abad 17, munculah filsafat modern. Filsafat modern ditandai dengan Renaisans (kebangkitan kembali). Filsafat ini berpusat pada pandangan tentang humanisme.

Perkembangan filsafat berlanjut pada zaman pencerahan di abad 18. Pada zaman pencerahan banyak muncul filsafat empirisme yaitu filsafat ilmu pengetaahuan serta filsafat sosial dengan beberapa tokoh Voltaire, J.J Rousseau yang berfokus pada negara demokrasi.

Pada abad 20, perkembangan filsafat kontemporer yang berfokus untuk mereformasi pemikiran lama mulai muncul. Tokoh dalam filsafat kontemporer antara lain John Dewey, Jean Paul Sartre dengan filsafat eksistensialisme.

Beberapa ciri dari filsafat menurut Hanurawan (2012), yakni

  1. berpikir secara menyeluruh dan melihat semua aspek
  2. bepikir secara merangkum sehingga menyimpulkan semua aspek secara utuh menjadi kesimpulan yang penting
  3. berpikir mendalam sampai ke akar permasalahan dan pokok dari suatu masalah yang tengah dihadapi

Berdasarkan sejarah dan beberapa ciri filsafat, dapat diketahui bahwa tujuan filsafat adalah mencari jawaban dari pertanyaan tentang suatu peristiwa, ide dan ilmu pengetahuan berdasar perenungan kritis dan kajian dengan meninggalkan keyakinan yang diterima secara pasif tanpa mempertanyakan alasannya.

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *