Fungsi Dan Jenis Hipotesis

Fungsi Dan Jenis Hipotesis – Dengar kata hipotesis, jadi ingat waktu ujian skripsi, yang hampir saja gagal total karena skripsi saya tidak ada Hipotesis awal. Bayangin saja jerih payah 4 tahun akan berantakan gara-gara hipotesisnya tidak ada. Agar tidak ada yang seperti saya, mari kita simak sedikit ulasan tentang fungsi dan jenis hipotesis. Sebagai gambaran awal, apa sih hipotesis itu ?

Menurut wikipedia pengertian hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

Secara garis besarnya seperti ini, misalnya peneliti ingin mengetahui apakah Mobile Legend mempengaruhi hasil belajar Matematika siswa SD SUKA MUKTI? Dalam penelitian ini ada dua hipotesis atau praduga yakni, Mobile Legend mempengaruhi hasil belajar Matematika siswa SD SUKA MUKTI atau Mobile Legend tidak mempengaruhi hasil belajar Matematika siswa SD SUKA MUKTI.

Adapun kegunaan dari hipotesis itu sendiri adalah :

  1. Memberikan batasan serta memperkecil jangkauan peneliti dan kerja penelitian
  2. Menyiagakan peneliti pada kondisi fakta dan kaitan antara fakta yang terkadang hilang begitu saja dari perhatian peneliti
  3. Alat yang sederhana untuk memfokuskan fakta yang bercerai-berai kedalam suatu kesatuan penting yang menyeluruh.
  4. Sebagai panduan pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta

Adapun kesimpulan yang bisa saya uraikan tentang kegunaan hipotesis ini, ilustrasi dari permasalahan Mobile Legend, yaitu peneliti difokuskan game Mobile Legend  bukan game yang lain serta sasarnnya adalah siswa SD SUKA MUKTI, bukan siswa SD yang lainnya.

Untuk pembahasan yang kedua adalah jenis dari hipotesis adalah :

Menurut bentuknya hipotesis dibagi menjadi tiga :

  1. Hipotesis penelitian/ kerja : anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang diuji, disimbolkan dengan (H1)
  2. Hipotesis operasional : hipotesis yang bersifat objektif, disimbolkan dengan (H0)
  3. Hipotesis statistic: hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistic, misalkan H0: r=0; atau H0:p=0

Sugiyono (2010) menyebutkan terdapat tiga jenis hipotesis, yaitu hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif, dan hipotesis asosiatif.

Hipotesis Deskriptif Hipotesis Komparatif Hipotesis Asosiatif
Hipotesis deskriptif merupakan jawaban sementara terhadap masalah deskriptif.

Contohnya :

Rumusan masalah :

Berapa daya tahan computer dengan merek  F?

 

 

Hipotesis komparatif merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah komparatif.

Contohnya :

Rumusan masalah :

Bagaimana kualitas pelayanan Bank  BNI dibandingkan dengan kualitas pelayanan Bank BCA ?

Hipotesis Asosiatif merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah asosiatif.

Contohnya :

Rumusan masalah :

Apakah ada pengaruh jenis makanan dengan prestasi siswa ?

 

Hipotesis yang bisa diambil yaitu (H0) Daya tahan computer merek X adalah 4 tahun

(H1) Daya tahan computer merek X tidak sama dengan 4 tahun

 

Hipotesis yang diambil :

H0 : Tidak ada perbedaan kualitas pelayanan antara Bank BNI dan Bank BCA

H1 : Ada perbedaan yang signifikan antara kualitas pelayanan Bank BNI dan Bank BCA

Hipotesis yang diambil :

H0 : tidak ada pengaruh jenis makanan terhadap prestasi siswa

 

H1 : ada pengaruh yang signifikan jenis makanan terhadap prestasi siswa

Itulah sedikit ulasan tentang Fungsi dan Jenis Hipotesis, semoga bermanfaat.

Baca Juga : Cara Pengendalian Hama dan Penyakit pada Ubi Jalar

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *