Pengertian Dan Manfaat Transformator

Pengertian Dan Manfaat Transformator – Pembahasan artikel ini akan menjelaskan mengenai pengertian, fungsi, jenis-jenis, dan juga rumus dari transformator.

Pengertian Transformator adalah perangkat untuk mentransfer energi listrik dari suatu rangkaian arus bolak-balik AC (Alternate Current) ke rangkaian listrik lain, baik dengan mengurangi atau meningkatkan tegangan.

Transformator atau trafo digunakan untuk berbagai macam tujuan antara lain, menaikkan dan menurunkan tegangan lisitrik.

Mengalirkan tegangan listrik ke sejumlah alat-alat listrik yang membutuhkan tegangan listrik yang kecil, seperti bel pintu, mainan mobil listrik, mainan kereta listrik, dll.

Selain itu, trafo juga meningkatkan tegangan listrik dengan melakukan transmisi jarak jauh, contohnya tegangan listrik dari generator pembangkit listrik. Tidak hanya itu, trafo juga berfungsi untuk mengirim tenaga listrik, pemisah rangkaian, penyesuaian tegangan, serta pemberi tenaga untuk alat elektronik tertentu.

Transformator terdiri dari dua atau lebih kumparan. Kumparan tersebut bersifat feromagetik yang dapat digunakan untuk membungkus inti besi. Namun, antara satu kumparan dengan kumparan lainnya tidak terhubung dan letaknya terpisah.

Satu kumparan merupakan kumparan primer (aliran listrik AC) dan kumparan lainnya merupakan kumparan sekunder (terkait dengan alat elektronik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari).

Transformator yang dapat kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari ternyata terbagi dalam tujuh jenis transformator, yaitu :

  1. Step-Up

Transformator ini tediri dari lilitan sekunder yang lebih banyak dibandingkan lilitan primer yang berfungsi sebagai penaik tegangan. Trafo dengan jenis ini biasanya ditemukan pada pembangkit tenaga listrik yang dipakai dalam transmisi jarak jauh.

  1. Step-Down

Transformator step-down merupakan transfomator yang mempunyai lilitan primer lebih banyak daripada lilitan sekunder yang berfungsi untuk penurun tegangan listrik. Transformator ini ditemukan dalam adaptor AC-DC.

  1. Autotransformator

Autotransformator terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik serta dengan sadapan tengah. Pada trafo jenis ini, sebagian lilitan primer adalah lilitan sekunder.  Autotransformator tidak mampu memberikan isolasi listrik antara lilitan primer dan sekunder, serta tidak dapat menaikkan tegangan lebih dari beberapa kali lipat.

  1. Autotransformator variabel

Autotransformator variabel memiliki sadapan di bagian tengah yang mampu diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah.

  1. Transformator isolasi

Jumlah lilitan sekunder dan primer pada trafo jenis ini adalah sama, sehingga tegangan sekunder dengan primernya sama. Trafo jenis ini pada umumnya akan dirancang dengan memisahkan antara gulungan primer dengan isolasi tambahan berupa mika, berfungsi untuk mencegah gulungan primer bersentuhan dengan gulungan sekunder. Hal tersebut mencegah terjadinya hubungan singkat antara gulungan primer.

  1. Transformator pulsa

Transformator pulsa dirancang khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. Trafo pulsa menggunakan material inti yang cepat jenuh, sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Trafo pulsa ini hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh atau dengan kata lain saat arus lilitan primer berbalik arah.

  1. Transformator tiga fase

Transformator tiga fase merupakan transformator yang dihubungkan secara khusus antara satu dengan transformator lainnya. Lilitan primer pada trafo jenis ini pada umumnya dihubungkan secara bintang ( Y ) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta ( Δ )

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *