Pengertian dan Proses RNA

Pengertian dan Proses RNA – Gen pada semua organism prokariotik dan eukariotik terbuat dari DNA. Pada virus gen terbuat dari DNA atau RNA (asam ribonukleat atau ribonucleic acid dalam bahasa inggris). RNA, seperti halnya DNA, merupakan polimer panjang tidak bercabang yang terdiri dari nukleotida –nukleotida yang bersambung dengan ikatan 3’→5′ fosfodiesper.

Pengertian RNA merupakan hasil dari transkip suatu fragmen DNA, sehingga RNA sebagai polimer yang jauh lebih pendek jika dibandingkan DNA. Berbeda dgan DNA yang umumnya dijumpai dalam inti sel, kebanyakan dari RNA terdapat dalam sitoplasma, khususnya ribosom.

Menurut Wikipedia RNA adalah molekul polimer yang terlibat dalam berbagai peran biologis dalam mengkode,decode,regulasi, dan ekspresi gen. Pengkatalisan reaksi biologis adalah hasil dari beberapa molekul RNA yang aktif dalam proses tersebut, memegang kendali dalam ekspresi gen, atau mengkomunikasikan dan memberi tanggapan terhadap sinyal seluler.

  1. Proses Terbentuknya RNA

Proses terbentuknya RNA berkaitan erat dengan fungsi DNA. Dengan kata lain, DNA berperan penting dalam tahapan pembentukan RNA denan membawa informasi genetic berupa kode-kode sandi atau genetic pada untai ganda DNA untuk dicetak membentuk RNA. Adapun proses pembentukan RNA terdiri dari dua tahapan dengan bantuan enzim RNA polymerase (RNAp) yaitu tahap transkripsi dan tahap translasi. Enzim ini mempercepat proses pembentukan RNA.

TAHAP TRANSKRIPSI

  • Inisisasi (permulaan)

Pada tahap ini, enzim RNA polymerase menyalin gen, sehingga terjadi pengikatan RNAp dengan promoter (tempat pertemuan antara gen/DNA dengan RNAp) yang akan memberikan inisiasi transkipsi. Selanjutnya, RNAp akan membuka double heliks DNA (untai ganda) yang berfungsi sebagai cetakan yakni rantai sense.

  • Elongasi (Pemanjangan)

Setelah membuka pilinan rantai ganda DNA, RNA polymerase ini kemudian menyusun untaian nukleotida-nukleotida RNA dengan arah 5′ ke 3′. Pada tahap elongasi ini, RNA mengalami pertumbuhan memanjang bersamaan dengan proses pembentukan pasangan basa nitrogen DNA. Pada RNA tidak terdapat basa primidin timin (T), melainkan urasil (U), oleh karena itu, RNA akan membentuk pasangan basa urasil dengan adenine pada rantai DNA. Tiga macam basa yang lain, yaitu denin, guanine, dan sitosin dari DNA akan berpasangan dengan basa komplemennya masing-masing dengan pengaturan pemasangan basa. Adenine berpasangan dengan urasil dan guanine dengan sitosin

  • Terminasi ( Pengakhiran )

Penyusunan untaian nukleotida RNA yang telah dimulai dari daerah promoter berakhir di daerah terminator. Setelah transkripsi selesai, rantai DNA menyatu kembali seperti semula dan RNA polimerase segera terlepas dari DNA. Finally, RNA terlepas dan lahirlah RNA m yang baru. Pada sel prokariotik, RNA hasil transkripsi dari DNA, berperan sebagai RNA m. Sementara itu, RNA hasil transkripsi gen pengkode protein pada sel eukariotik, akan menjadi RNA m yang fungsional (aktif) setelah malalui proses tertentu terlebih dahulu. Dengan demikian, pada rantai tunggal RNA m terdapat beberapa urut-urutan basa nitrogen yang merupakan komplemen (pasangan) dari pesan genetik (urutan basa nitrogen) DNA. Setiap tiga macam urutan basa nitrogen pada nukleotida RNA m hasil transkripsi ini disebut sebagai triplet atau kodon.

TAHAP TRANSLALSI

a. Iniasiasi

Tahap ini diawali dengan pengenalan kodon AUG yang terdapat pada bagian akhir mRNA yang disebut juga kodon Start. Kodon AUG akan mengkode pembentukan metionin. Selanjutnya, tRNA membawa metionin untuk bergabung melalui pembentukan ikatan pada subunit besar ribosom karena itulah terbentuk ribosom yang lengkap. Molekul tRNA pertama yang terikat pada ribosom akan menempati tempat khusus, yaitu sisi P (Polipeptida) yang akan terbentuk rantai yang dikenal dengan istilah polipeptida. Sedangkan tRNA setelahnya akan berikatan dengan kodon kedua dan akan menempati ribosom pada sisi A (asam amino)

b. Elongasi

Tahap ini ditandai dengan pengaktifan asam amino oleh tRNA pada tiap kodon ke kodon sehingga akan dihasilkan asam amino baru satu per satu.Proses engolasi ini membuat rantai polipeptida tumbuh semakin panjang akibat asam amino yang terus bertambah.

c. Terminasi

Proses ini ditandai dengan pertemuan antara antikodon yang dibawa oleh tRNA dengan UAA, UAG, atau UGA sehingga menyebabkan berhentinya proses translasi. Akibanya, rantai polipeptida yang dibentuk dari ribosom terlepas dan diolah membentuk protein fungsional.

Recommended For You

About the Author: canadagooseoutlet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *